-moz-border-radius: 0.5em 0.5em 0.5em 0.5em; border-radius: 0.5em 0.5em 0.5em 0.5em; border-top: 2px solid #FF6699; border-bottom: 2px dotted #FF6699; border-right: 10px solid #FF6699; border-left: 10px solid #FF6699; background: $(main.background); Kiat-kiat jitu mengatasi kegagalan ~ Siti Miftahul Jannah Sitii Miftahul Jannah

Rabu, 05 Februari 2014

Kiat-kiat jitu mengatasi kegagalan



“Tetapkan Tujuan Hidup”



 
                                           
          Mau sukses? Siapa pun dia, pasti mau. Kalau mau, tetapkan tujuan hidupmu mulai sekarang dan segera bergerak untuk mewujudkannya. Tanpa ini, Anda hanya sebatas mempunyai rencana, memiliki cita-cita. Namun, tidak memiliki cita-cita itu. Padahal, akhir perjuangan setiap hidup adalah merangkul cita-cita bukan memandang cita-cita.
          Menetapkan arah dan tujuan hidup berarti Anda memberi visi dan aksi untuk kehidupan. Visi dan aksi yang tegas akan membuat Anda fokus. Tidak loncat sana-sini dalam perjalanan meraih sukses. Kegagaln dalam banyak hal disebabkan karena orang lupa memberi visi dan aksi untuk hidup. Orang tidak mempunyai target tertentu untuk diraih. Tidak memasang suatu standar untuk hidup. Hidup hanya untuk menghabiskan waktu.
           Kalau hidup hanya untuk menghabiskan waktu, binatang pun berbuat yang sama. kita adalah manusia yang memiliki akal budi. Anda harus beda. Perbedaan itu tampak jelas ketika Anda memiliki sesuatu untuk diwujudkan dalam hidup. Kesadaran inilah yang membuat kita lain dengan mereka yang ada di kebun binatang.
           Ir. Soekarno pernah menasehati kita untuk menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Petuah ini mempunyai makna, yakni orang harus mempunyai cita-cita, tujuan hidup, impian, gambaran ideal tentang sesuatu agar tetap bergairah di tengah gerahnya hidup.
Penyair Douglas Malloch dalam puisinya “Be the Best of Whatever You are” memberi satu solusi untuk kita renungkan.
“Bila Anda tidak bisa jadi pohon cemara di atas
bukit, jadilah belukar di lembah, tetapi belukar
yang inda di pinggir parit.
Jadilah perdu bila tak bisa jadi pohon. Bila tidak
bisa jadi perdu jadilah rumput, dan buatlah jalan-
jalan menjadi semarak. Bila tidak bisa jadi gurami
jadilah teri, tetapi teri yang paling indah di tambak.
Kita semua tidak  bisa jadi nahkoda, harus ada yang
 jadi awak kapal, semua ada kepentingan masing-masing,
ada pekerjaan besar dan ada pekerjaan kecil, semua
 harus dilakukan. Dan, tugas yang harus kita kerjakan
 ialah yang terdekat dengan kita.
Bila tidak bisa jadi jalan besar, jadilah pematang.
Bila tidak bisa jadi Matahari jadilah bintang. Bukan
besarnya yang mengukur kalah atau menangnya seseorang.
Yang penting jadilah wajar dan matang.

      Inti puisi ini yakni, tidak perlu berlomba-loma untuk menjadi terbaik, terpuji, dan terhebat. Tidak perlu atau bila tidak menjadi number one- nomor satu, jadilah satu yang luar biasa. Satu yang mengagumkan. Satu yang unik dan istimewa tidak perlu meniru atau menjiplak orang lain. Jadilah dirimu sendiri, itulah tujuan hidup, mekar dimana Anda berada. Tujuan hidupmu itulah yang membimbing, memotivasimu untuk berjuang meraih hidup yang maksimal.
              Paul J. Mayer dalam bukunya Unlocking Your Legazy – 25 Keys For Succes mengatakan, “tujuh puluh lima persen (75%) dari kesuksesan seseorang berasal dari ketepatan dan ketelitian orang menetapkan tujuan yang hendak diraih. Dua puluh lima persen (25%) sisanya adalah hasil kombinasi dari fokus, kemauan, persiapan, dan kerja keras.
Kata-kata Paul J. Mayer ini menunjukkan bahwa tujuan hidup yang jelas, terarah memungkinkan  orang sukses dalam hidup. Mau sukses di segala lini hidup, tidak ada cara lain selain menetapkan tujuan hidup.
              Apakah tujuan yang hendak Anda raih dalam hidup sudah ditetapkan secara meyakinkan? Sudah definitif? Tetapkan tujuan hidup Anda sekarang bila ingin sukses. ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar