-moz-border-radius: 0.5em 0.5em 0.5em 0.5em; border-radius: 0.5em 0.5em 0.5em 0.5em; border-top: 2px solid #FF6699; border-bottom: 2px dotted #FF6699; border-right: 10px solid #FF6699; border-left: 10px solid #FF6699; background: $(main.background); Juli 2017 ~ Siti Miftahul Jannah Sitii Miftahul Jannah

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 Juli 2017

Esai karya terbaru

INTERNET SECANGGIH KANTONG DORAEMON


      Siapa yang tidak kenal dengan kartun lucu doraemon.  Kartun doraemon merupakn salah satu kartun yang  paling banyak peminatnya. Kartun ini berasal dari negeri sakura yaitu jepang  dan yang paling terkenal dari kucing lucu doraemon adalah sebuah kantong 4 dimensi yang tertempel di perut Doraemon,  kantong ini dapat menyimpan semua alat-alat Doraemon tanpa batas, seperti mesin waktu, pintu kemana saja, kaca mata fantasi, konyaku penerjemah, selimut waktu, dan masih banyak yang lainnya.
      Begutupun dengan internet, internet hampir sama dengan kantong doraemon karena internet menyimpan berbagai macam informasi yang ada di bergai belahan dunia ini, mulai dari informasi tentang bisnis, ekonomi, olahraga, sampai pada informasi yang sangat penting  yaitu pendidikan. Dalam dunia pendidikan internet sangat memberikan manfaat besar karena melalui internet kita dapt memperluas wawasan, mencari berbagai materi pelajaran, belajar lebih mudah daan masih banyak manfaat lainnya. Mengapa saya katakan internet secanggih kantong doraemon, karena dikantong doraemon terdapat berbagai macam alat canggih seperti yang telah saya sebutkan diatas
·         Pintu kemana saja
Pintu kemana saja adalah pintu yang digunakan Doraemon untuk menuju ke tempat apa pun di waktu kapan pun. Begitupun internet, internet bisa menjadi pintu kemana saja dan kapan pun  seperti pintunya doraemon.  Contohnya ketika kita ingin mengetahui tentang negara-negara di berbagai belahan dunia manapun hanya dengan terhubung ke internet kita bisa mengetahuinya baik mengetahui tentang keadaan ekonomi , pendidikan, bahkan lapangan pekerjaan sekalipun.
·         Mesin waktu
Adalah mesin yang dapat digunakan untuk menjelajah ruang dan waktu. Doraemon menggunakannya untuk kembali ke masa depan.
Jika di kantong doraemon mesin waktu maka diinternet seperti google,  google bisa  juga menjadi mesin waktu, kita dapat mengetahui berbagai macam informasi yang telah lalu melalui google seperti sejarah jaman dahulu yang tidak kita temui kita bisa mengetahui melalaui internet,  sejarah perjuangan indonesia misalnya.
·         Konyaku penerjemah
Jika doraemon memiliki konyaku penerjemah yang berupa makanan sejenis agar-agar yang berguna untuk menerjemahkan bahasa lain. Internet juga punya yaitu google terjemah,  google terjemah dapat menerjemahkan berbagai bahasa di dunia. Contohnya ketika kita ingin menerjemah bahasa inggris, bahasa jepang, maupun bahasa-bahasa lain  kebahasa indonesia kita bisa menerjemahkannya lewat google terjemah baik perkat maupun perkalimat bahkan perparagraf atau lebih.
·         Kue cap momotaro
Adalah kue yang digunakan untuk menjinakkan binatang. Walau mungkin internet tidak dapat digunakan utuk menjinakkan binatang secara langung tapi kita bisa mencari informasi bagaiman cara menjinakkan binatang buas melaui internet.
Contohnya langkah menjinakkan kucing liar, internet akan menyedikan informasi tentang bagaimana langkah-langkahnya seperti bagaimana memahami psikologis
kucing  penakut,  melakukan sosialisasi terhadap kucing liar, dan masih banyak langkah-langkah yang lain dan diinternet ini akan dijabarkan lebih jelas.
  Begitu pun dalam dunia pendidikan internet sangan berpengaruh besar dan memberi manfaat yang begitu banyak, karena melalui internet siswa dapat mencari atau belajar lebih dalam tentang materi-materi yang kurang jelas. Contohnya materi kimia tentang penyetaraan reaksi yang menurut saya lumayan susah untuk dipahami, kita dapat mencari penjelasaannya di internet karena internet menyedikan informasi tidak hanya dalam bentuk tulisan ataupun gambar bahkan dalam bentuk video .

Saya sebagi pelajar saangat merasakan manfaat dari internet, karena internet yang begitu canggih dapat menyimpan berbagai macam informasi dan sangat membantu dalam proses pendidikan seperti dalam mencari informasi tentang materi tambahan yang belum jelas dijelaskan di sekolah contohnya hereditas dalam ilmu biologi ketika kita kurang memahami guru dalam menjelaskan kita dapat mencari informasi tersebut di internet karena internet tidak hanya menampilkan informasi secara tulisan ataupun gambar bahkan internet dapat menampilkan informasi secara video yang dapt kita lihat lewat youtube


By: Siti Miftahul Jannah ( XI IPA 1)
Content created: 9/23/2015 12:28 PM

Jumat, 14 Juli 2017

RESENSI BUKU “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK”



TUGAS MATA KULIAH BELAJAR & PEMBELAJARAN
MERESENSI BUKU
“PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK”


OLEH

NAMA                         : SITI MIFTAHUL JANNAH
NIM                              : 1611031029
KELAS/SEMESTER : A / II



JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017

A.      Judul Buku      :      “Perkembangan Peserta Didik”
B.       Nama Penulis   :      Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih
C.      Editor               :      Suhria Atmana
D.      Penerbit            :      Universitas Terbuka
E.       Cetakan            :      Kelima belas, Januari 2007
F.       Tebal Buku      :      276 halaman; 6 modul
G.      Ukuran Buku  :      21 cm x 15 cm
H.      ISBN                 :      979-689-269-3
I.         Foto Buku        :     
J.        Resensi             :
Perkembangan peserta didik mengacu pada bagaimana seorang peserta didik tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang hidupnya. Peserta didik tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional, maupun perkembangan kognitif.
Secara garis besar, buku ini merupakan pedoman bagi seorang calon pendidik maupun pendidik,dimana buku ini mengulas tentang bagaimana cara pendidik dalam memahami perkembangan peserta didiknya dan penerapannya dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pada modul pertama, yang berjudul “Pertumbuhan dan Perkembangan Anak”. Bab inidibahas mengenai hakikat pertumbuhan dan perkembangan.Dalam mempelajari perkembangan anak, kita akan mempunyai ekpektasi yang nyata tentang anak dan remaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan terdiri dari kecerdasan, temperamen, dan juga interaksi. Fase-fase perkembangan dimulai dari fase pra-natal, fase bayi, fase kanak-kanak awal, fase kanak-kanak tengah dan akhir, dan fase remaja.
Modul kedua, yang berjudul “Karakteristik Anak Usia SD”. Pada anak usia SD usia 6-12 tahun anak banyak mengalami perubahan fisik maupun mental hasil perpaduan faktor internal maupun eksternal yaitu lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan yang tak kalah penting adalah pergaulan dengan teman sebayanya.
Modul ketiga, yang berjudul “Perbedaan Individual Dan Jenis Kebutuhan Anak Usia Sekolah Dasar”.Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Perbedaan tersebut makin terlihat sejalan dengan aspek perkembangan individu yaitu pada perkembangan fisik, intelektual, moral, dan perbedaan kemampuan. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak menuju kedewasaan, terjadi pula perubahan-perubahan kebutuhan. Kebutuhan individu dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu kebutuhan fisiologis (kebutuhan primer: makan, minum, tidur, dan perlindungan diri), dan kebutuhan psikologis (kebutuhan sekunder: kebutuhan untuk dicintai dan mengaktualisasikan diri).
Modul keempat, yang berjudul “Perkembangan Anak Usia Sekolah Menengah”. Pada bab ini dibahas mengenai karakteristik perkembangan anak usia sekolah menengah, yang karakteristiknya hampir sama dengan anak usia SD. Meskipun aspek-aspek perkembangan pada kedua tingkatan usia tersebut memiliki persamaan, tetapi ada perbedaan dalam isinya. Ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat usia yang juga membawa sejumlah perbedaan karakteristik.
Modul kelima, yang berjudul “Perkembangan Orang Dewasa”, mengulas tentang karakteristik perkembangan orang dewasa. Tiap rentang usia memiliki karakteristik tersendiri. Pada usia dewasa, ada aspek-aspek tertentu yang berkembang secara normal, aspek-aspek lainnya berjalan lamban atau berhenti. Seperti aspek jasmaniah mulai berjalan lambandan secara berangsur berhenti. Aspek psikis (intelektual-sosial-emosional-nilai) masih terus berkembang, walaupun tidak dalam bentuk penambahan tetapi berupa perluasan dan pematangan kualitas.
Modul keenam, yang berjudul “Implikasi Karakteristik Peserta Didik Terhadap Penyelenggara Pendidikan”.Karakteristik anak SD yaitu senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Perincian tugas-tugas perkembangan anak usia SD menurut Havighurst dan implikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan yaitu: Pembelajaran keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan sehari-hari, belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok sebaya; Mempelajari peran sosial sebagai pria atau wanita; Pengembangan keterampilan dasar dalam CALISTUNG. Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah adanya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan, mulai timbulnya ciri-ciri sekunder, timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing, senang membandingkan norma dengan kenyataan, reaksi dan ekspresi emosi masih labil, kepribadiannya menunjukkan pola tetapi belum terpadu, kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas. Ciri khas pendidikan orang dewasa adalah fleksibel dalam pelaksanaannya, dapat bersamaan dengan pengembangan pekerjaan dan kariernya. Ada yang mengutamakan belajar, sedangkan belajar hanya sebagai sambilan. Dan sebaliknya.

Ø Kelebihan     :
Dilihat dari isi dan pemaparannya, buku ini sangat bagus sekali. Terutama bagi calon pendidik dan pendidik dalam memahami perkembangan peserta didiknya nanti. Dalam buku ini, juga dilengkapi dengan latihan-latihan soal objektif di setiap bab. Melalui latihan-latihan soal tersebut, kita dapat mengetahui atau mengukur sejauh mana kita dapat menyerap dan memahami materi. Dan di setiap akhir bab, buku ini menyediakan rangkuman yang memudahkan kita dalam menemukan inti-inti sari dari apa yang kita baca pada bab yang bersangkutan. Selain itu, terdapat gambar dan tabel yang mempermudah pembaca dalam memahami materi tersebut.
Ø Kekurangan  :
Menurut saya, di dalam buku ini  kurang adanya ilustrasi dalam bentuk gambar yang mendukung di beberapa sub bab, sehingga apa yang dijelaskan terasa sangat hambarakibat kurangnya gambar dan ketika membaca agak sedikit bosan karena kebanyakan tulisan. Di beberapa bab memang terdapat gambar dan tabel tertentu, namun gambar dan tabel tersebut terlihat kurang menarik akibat kurangnya warna (hanya hitam putih).

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia- DIKSI



TUGAS BAHASA INDONESIA
RINGKASAN DIKSI (PILIHAN KATA)








Oleh:


                                NAMA                       : SITI MIFTAHUL JANNAH                    
        NIM                           : 1611031029
        KELAS                      : A




JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017
Ringkasan Materi
Penggunaan bahasa baik secara lisan maupun tulisan perlu diperhatikan kaidah yang ada agar kita dapat berbahasa dengan baik, benar, dan cermat. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih kata, yaitu:
1.    Aspek Kata
Setiap kata terdiri atas dua aspek, yaitu bentuk dan makna. Bentuk merupakan sesuatu yang dapat diinderai, dilihat, atau didengar. Sedangkan makna merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi dalam pikiran kita karena rangsangan bentuk. untuk memahami kata, kita harus mengetahui bentuk dan makna kata itu sekaligus. Seseorang yang mengetahui bentuk atau rupa suatu benda belum tentu mengetahui namanya, begitu pula sebaliknya.
2.    Ketepatan Pemilihan Kata
Pilihan kata yang tidak tepat dari pembicara atau penulis dapat mengakibatkan gagasan atau ide yang disampaikannya tidak dapat diterima dengan baik oleh pendengar atau pembaca. Oleh karena itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a.       Kata Bermakna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna yang menunjukkan adanya hubungan konsep dengan kenyataan. Sebaliknya, makna konotatif atau asosiatif muncul akibat asosiasi perasaan atau pengalaman kita terhadap apa yang diucapkan atau apa yang didengar.
b.      Kata Bersinonim
Kata bersinonim adalah kata yang memiliki makna yang sama atau hampir sama.
c.       Kata Bermakna Umum dan Bermakna Khusus
Kata bermakna umum digunakan dalam mengungkapkan gagasan yang berifat umum, sedangkan kata bermakna khusus digunakan untuk menyatakan gagasan yang bersifat khusu atau terbatas.
d.      Kata yang Mengalami Perubahan Makna
Sejarah perkembangan kehidupan manusia dapat memengaruhi sejarah perkembangan makna kata. Dalam bahaa Indonesia, juga dalam bahasa lain, terdapat kata yang mengalami penyempitan makna, peluasan makna, dan perubahan makna.

Unsur-Unsur, Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Bangsa Indonesia kaya akan sosial budaya, sumber daya alam, dan sejarah. Dengan kekayaan tersebut, menjadikan bangsa Indonesia memiliki tujuan dan cita-cita, agar apa yang telah dimilikinya dapat dijadikan sebuah pencapaian dari sebuah perjuangan. Bangsa Indonesia harus mewujudkan cita-cita bangsa, karena sebuah kemerdekaan itu bukan sebuah pencapaian hasil dalam perjuangan, melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan nasional serta cita-cita dari bangsa tersebut, khususnya oleh bangsa Indonesia.
Tujuan nasional dan cita-cita bangsa Indonesia telah tercantum jelas pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pada alinea ke-2 telah menjelaskan mengenai cita-cita bangsa Indonesia, yaitu “Dan perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentaosa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”. Mengenai tujuan nasional bangsa Indonesia telah tercantum juga pada Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, yaitu membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Demi tercapainya tujuan nasional serta cita-cita bangsa Indonesia tersebut, seharusnya kita memanfaatkan sosial budaya, sumber daya alam, dan sejarah yang ada serta bagaimana bangsa Indonesia memandang diri dan lingkungannya, yang dalam hal ini disebut juga dengan wawasan nusantara. Maka dengan itu kami akan membahas mengenai unsur-unsur, asas, dan arah pandang wawasan nusantara.



1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah yang dirumuskan adalah sebagai berikut:
1.2.1   Apakah unsur-unsur dasar wawasan nusantara?
1.2.2   Bagaimana azas dan arah pandang wawasan nusantara?

1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan penulisan yang didapat adalah sebagai berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui unsur-unsur dasar wawasan nusantara.
1.3.2 Untuk mengetahui azas dan arah pandang wawasan nusantara.

1.4  Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi dalam mengetahui wawasan nusantara terlebih lagi mengenai unsur, azas dan arah pandang wawasan nusantara, serta sebagai bahan acuan bagi masyarakat khusunya kepada mahasiswa.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1Unsur-Unsur Wawasan Nusantara
1.  Wadah
Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi tiga komponen (Kaelan, 2007:136):
a.    Wujud Wilayah
Batas ruang lingkup wilayah Nusantara ditentukan oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik laut maupun selat serta dirgantara di atasnya yang merupakan satu kesatuan ruang wilayah. Oleh karena itu, Nusantara dibatasai oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan di dalamnya.
Letak geografis negara berada di posisi dunia antara dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan antara dua benua, yaitu Asia dan Australia. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujudan wilayah Nusantara ini menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan keamanan. 

b.    Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia, tata inti organisasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan keadulatan negara, kekuasaan pemerintahan, sistem pemerintahan dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang. Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD 1945. Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan. Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai kedudukan kuat yang tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Anggota DPR merangkap sebagai anggota MPR.

c.    Tata Kelengkapan Organisasi
Wujud tata kelengkapan organisasi adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organisasi masyarakat, kalangan pers serta seluruh aparatur negara.
Semua lapisan masyarakat itu diharapkan dapat mewujudkan demokrasi yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan secara ideal berdasarkan dasar filsafat Pancasila, dalam berbagai kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2.  Isi Wawasan Nusantara
Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia dalam eksistensinya yang meliputi cita-cita bangsa dan asas menunggal yang terpadu.
a.       Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan:
1)      Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
2)      Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
3)      Pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.




b.      Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri menunggal, utuh menyeluruh yang meliputi:
1)      Satu kesatuan wilayah Nusantara yang mencakup daratan, perairan, dan dirgantara secara terpadu.
2)      Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.
3)      Satu-kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “Bhinneka Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum.
4)      Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.
5)      Satu kesatuan pertahanan dan keamanan dalam satu sistem terpadu, yaitu sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
6)      Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.

3.  Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua Segi, Batiniah dan Lahiriah.
a.         Tata laku batiniah berdasarkan falsafah bangsa yang membentuk sikap mental bangsa yang memiliki kekuatan batin. Dalam hal ini Wawasan Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap mental bangsa yang meliputi cipta, rasa, dan karsa secara terpadu.
b.         Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan kata dan karya, keterpaduan pembicaraan dan perbuatan. Dalam hal ini, Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian.
 
2.2 Azas Dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
1.  Azas Wawasan Nusantara
Azas Wawasan Nusantara merupakan suatu ketentuan mendasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan agar dapat terwujud dalam bentuk ketaatan dalam komponen atau unsur pembentukan bangsa Indonesia berdasarkan suku atau golongan yang dapat menciptakan suatu kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara terbagi menjadi 6 yaitu:
a.       Tujuan yang sama : memiliki suatu tujuan yang sama tanpa adanya suatu paksaan.
b.      Keadilan : kesesuaian dalam membagi hasil dengan cara yang adil dan merata.
c.       Kejujuran : memiliki suatu keberanian dalam berfikir, bertindak, dan berkata dalam menyampaikan kenyataan (relita) walaupun kenyataan tersebut dapat sangat menyakitkan bagi orang lain maupun bagi diri sendiri.
d.      Solidaritas : memiliki rasa setia kawan, dapat memberi dan rela berkorban demi orang lain tanpa meminta suatu imbalan.
e.       Kerjasama : adanya kekompakkan dalam kegiatan yang didasarkan secara hati nurani dalam mencapai tujuan yang diinginkan
f.       Kesetiaan dalam menjalin suatu kesepakatan : suatu kesetian atau kesepakatan yang dijalanin bersama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhineka tunggal ika.

Tujuan dalam asas wawasan nusantara untuk menjamin kepentingan dalam nasional didunia yang secara tak tentu selalu berubah-ubah, dan dapat menciptakan kertertiban dunia.



2.  Arah Pandang Wawasan Nusantara
Dalam arah pandang wawasan nusantara dibagi menjadi 2, yaitu kedalam dan keluar dalam hal ini di pengaruhi oleh latar belakang budaya, sejarah, kondisi dan konstelasi geografi dengan memperhatikan perkembangan lingkungan.
a.       Arah pandang wawasan nusantara ke dalam :
Mengandung makna bahwa bangsa indonesia harus peka dan berusaha dalam mencegah dan mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan suatu konflik bangsa dan harus dapat memelihara persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan tunggal ika. Dalam arah pandang ke dalam memiliki tujuan mewujudkan suatu persatuan dan kesatuan dalam kehidupan nasional, baik dalam aspek alamiah atau aspek sosial.
b.      Arah pandang wawasan nusantara ke luar :
Mengandung makna bahwa dalam kehidupan internasional bangsa Indonesia harus berusaha dalam menjaga kepentingan nasional untuk semua aspek kehidupan agar dapat menciptakan tujuan nasional yang tertera dalam pembukaan UUD 1945. Dalam arah pandang keluar memiliki tujuan untuk menjaga dan menjaminnya kepentingan nasional didalam dunia untuk ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia, yang didasarkan kepada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan adanya kerjasama dan sikap yang saling menghormati. Dalam hal ini bahwa kehidupan bangsa Indonesia harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasionalnya dalam aspek ekonomi, politik, sosial budaya untuk mempertahankan dan menciptakan suatu tujuan nasional yang sesuai dengan pembukaan UUD 1945.






BAB III
PENUTUP

3.1    Simpulan
Sebagai warga negara yang baik, kita bersama-sama menuju tujuan dan cita-cita nasional bangsa Indonesia dengan memanfaatkan sosial budaya, sejarah, sumber daya alam, dan sebagainya untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan landasan dari falsafah Pancasila serta UUD 1945. Sehingga kita dapat bersama-sama memandang diri serta lingkungan yang ada dengan berbagai asas, dan unsur yang telah ada.
3.2    Saran
Untuk para pembaca semoga dengan ini kita bisa bersama mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa. Untuk pemerintahan Indonesia semoga lebih baik lagi dalam mengelola wawasan nusantara sehingga mencapai tujuan yang diharapkan tanpa ada kecurangan maupun banyak penyimpangan yang menyertainya.