Senin, 17 Juli 2017
Esai karya terbaru
INTERNET
SECANGGIH KANTONG DORAEMON
Siapa yang tidak kenal dengan kartun lucu
doraemon. Kartun doraemon merupakn salah
satu kartun yang paling banyak peminatnya.
Kartun ini berasal dari negeri sakura yaitu jepang dan yang paling terkenal dari kucing lucu
doraemon adalah sebuah kantong 4 dimensi yang tertempel di
perut Doraemon, kantong ini dapat
menyimpan semua alat-alat Doraemon tanpa batas, seperti mesin waktu, pintu
kemana saja, kaca mata fantasi, konyaku penerjemah, selimut waktu, dan masih
banyak yang lainnya.
Begutupun dengan internet, internet
hampir sama dengan kantong doraemon karena internet menyimpan berbagai macam
informasi yang ada di bergai belahan dunia ini, mulai dari informasi tentang
bisnis, ekonomi, olahraga, sampai pada informasi yang sangat penting yaitu pendidikan. Dalam dunia pendidikan
internet sangat memberikan manfaat besar karena melalui internet kita dapt
memperluas wawasan, mencari berbagai materi pelajaran, belajar lebih mudah daan
masih banyak manfaat lainnya. Mengapa saya katakan internet secanggih kantong
doraemon, karena dikantong doraemon terdapat berbagai macam alat canggih
seperti yang telah saya sebutkan diatas
·
Pintu
kemana saja
Pintu kemana saja adalah pintu yang
digunakan Doraemon untuk menuju ke tempat apa pun di waktu kapan pun. Begitupun
internet, internet bisa menjadi pintu kemana saja dan kapan pun seperti pintunya doraemon. Contohnya ketika kita ingin mengetahui tentang
negara-negara di berbagai belahan dunia manapun hanya dengan terhubung ke
internet kita bisa mengetahuinya baik mengetahui tentang keadaan ekonomi ,
pendidikan, bahkan lapangan pekerjaan sekalipun.
·
Mesin waktu
Adalah mesin
yang dapat digunakan untuk menjelajah ruang dan waktu. Doraemon menggunakannya
untuk kembali ke masa depan.
Jika di
kantong doraemon mesin waktu maka diinternet seperti google, google bisa
juga menjadi mesin waktu, kita dapat mengetahui berbagai macam informasi
yang telah lalu melalui google seperti sejarah jaman dahulu yang tidak kita
temui kita bisa mengetahui melalaui internet, sejarah perjuangan indonesia misalnya.
·
Konyaku penerjemah
Jika doraemon memiliki konyaku penerjemah yang berupa
makanan sejenis agar-agar yang berguna untuk menerjemahkan bahasa lain.
Internet juga punya yaitu google terjemah, google terjemah dapat menerjemahkan berbagai
bahasa di dunia. Contohnya ketika kita ingin menerjemah bahasa inggris, bahasa
jepang, maupun bahasa-bahasa lain kebahasa
indonesia kita bisa menerjemahkannya lewat google terjemah baik perkat maupun
perkalimat bahkan perparagraf atau lebih.
·
Kue cap momotaro
Adalah kue
yang digunakan untuk menjinakkan binatang. Walau mungkin internet tidak dapat
digunakan utuk menjinakkan binatang secara langung tapi kita bisa mencari
informasi bagaiman cara menjinakkan binatang buas melaui internet.
Contohnya
langkah menjinakkan kucing liar, internet akan menyedikan informasi tentang
bagaimana langkah-langkahnya seperti bagaimana memahami psikologis
kucing penakut,
melakukan sosialisasi terhadap kucing liar, dan masih banyak
langkah-langkah yang lain dan diinternet ini akan dijabarkan lebih jelas.
Begitu pun
dalam dunia pendidikan internet sangan berpengaruh besar dan memberi manfaat yang
begitu banyak, karena melalui internet siswa dapat mencari atau belajar lebih
dalam tentang materi-materi yang kurang jelas. Contohnya materi kimia tentang
penyetaraan reaksi yang menurut saya lumayan susah untuk dipahami, kita dapat
mencari penjelasaannya di internet karena internet menyedikan informasi tidak
hanya dalam bentuk tulisan ataupun gambar bahkan dalam bentuk video .
Saya sebagi pelajar saangat merasakan manfaat dari
internet, karena internet yang begitu canggih dapat menyimpan berbagai macam
informasi dan sangat membantu dalam proses pendidikan seperti dalam mencari
informasi tentang materi tambahan yang belum jelas dijelaskan di sekolah
contohnya hereditas dalam ilmu biologi ketika kita kurang memahami guru dalam
menjelaskan kita dapat mencari informasi tersebut di internet karena internet
tidak hanya menampilkan informasi secara tulisan ataupun gambar bahkan internet
dapat menampilkan informasi secara video yang dapt kita lihat lewat youtube
By: Siti Miftahul Jannah ( XI IPA 1)
Content created: 9/23/2015 12:28 PM
Jumat, 14 Juli 2017
RESENSI BUKU “PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK”
TUGAS
MATA KULIAH BELAJAR & PEMBELAJARAN
MERESENSI
BUKU
“PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK”
OLEH
NAMA : SITI MIFTAHUL JANNAH
NIM : 1611031029
KELAS/SEMESTER : A / II
JURUSAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017
A.
Judul Buku : “Perkembangan Peserta Didik”
B.
Nama Penulis : Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih
C.
Editor : Suhria
Atmana
D.
Penerbit : Universitas
Terbuka
E.
Cetakan : Kelima
belas, Januari 2007
F.
Tebal Buku : 276 halaman; 6 modul
G.
Ukuran Buku : 21 cm x 15 cm
H.
ISBN : 979-689-269-3
I.
Foto Buku :
J.
Resensi :
Perkembangan peserta didik mengacu pada bagaimana
seorang peserta didik tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang hidupnya.
Peserta didik tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik,
perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional, maupun perkembangan
kognitif.
Secara garis besar, buku ini merupakan pedoman bagi
seorang calon pendidik maupun pendidik,dimana buku ini mengulas tentang
bagaimana cara pendidik dalam memahami perkembangan peserta didiknya dan
penerapannya dalam pelaksanaan pembelajaran.
Pada modul pertama, yang berjudul “Pertumbuhan dan
Perkembangan Anak”. Bab inidibahas mengenai hakikat pertumbuhan dan
perkembangan.Dalam mempelajari perkembangan anak, kita akan mempunyai ekpektasi
yang nyata tentang anak dan remaja. Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan terdiri dari kecerdasan, temperamen, dan juga interaksi. Fase-fase
perkembangan dimulai dari fase pra-natal, fase bayi, fase kanak-kanak awal,
fase kanak-kanak tengah dan akhir, dan fase remaja.
Modul kedua, yang berjudul “Karakteristik Anak Usia
SD”. Pada anak usia SD usia 6-12 tahun anak banyak mengalami perubahan fisik
maupun mental hasil perpaduan faktor internal maupun eksternal yaitu lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat, dan yang tak kalah penting adalah pergaulan
dengan teman sebayanya.
Modul ketiga, yang berjudul “Perbedaan Individual
Dan Jenis Kebutuhan Anak Usia Sekolah Dasar”.Pada dasarnya, setiap individu
memiliki ciri-ciri yang berbeda. Perbedaan tersebut makin terlihat sejalan
dengan aspek perkembangan individu yaitu pada perkembangan fisik, intelektual,
moral, dan perbedaan kemampuan. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
seorang anak menuju kedewasaan, terjadi pula perubahan-perubahan kebutuhan.
Kebutuhan individu dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu kebutuhan fisiologis
(kebutuhan primer: makan, minum, tidur, dan perlindungan diri), dan kebutuhan
psikologis (kebutuhan sekunder: kebutuhan untuk dicintai dan mengaktualisasikan
diri).
Modul keempat, yang berjudul “Perkembangan Anak Usia
Sekolah Menengah”. Pada bab ini dibahas mengenai karakteristik perkembangan
anak usia sekolah menengah, yang karakteristiknya hampir sama dengan anak usia
SD. Meskipun aspek-aspek perkembangan pada kedua tingkatan usia tersebut
memiliki persamaan, tetapi ada perbedaan dalam isinya. Ini dikarenakan adanya
perbedaan tingkat usia yang juga membawa sejumlah perbedaan karakteristik.
Modul kelima, yang berjudul “Perkembangan Orang
Dewasa”, mengulas tentang karakteristik perkembangan orang dewasa. Tiap rentang
usia memiliki karakteristik tersendiri. Pada usia dewasa, ada aspek-aspek
tertentu yang berkembang secara normal, aspek-aspek lainnya berjalan lamban
atau berhenti. Seperti aspek jasmaniah mulai berjalan lambandan secara
berangsur berhenti. Aspek psikis (intelektual-sosial-emosional-nilai) masih
terus berkembang, walaupun tidak dalam bentuk penambahan tetapi berupa
perluasan dan pematangan kualitas.
Modul keenam, yang berjudul “Implikasi Karakteristik
Peserta Didik Terhadap Penyelenggara Pendidikan”.Karakteristik anak
SD yaitu senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan
senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Perincian tugas-tugas
perkembangan anak usia SD menurut Havighurst dan implikasinya terhadap
penyelenggaraan pendidikan yaitu: Pembelajaran keterampilan fisik yang diperlukan
untuk permainan sehari-hari, belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok sebaya;
Mempelajari peran sosial sebagai pria atau wanita; Pengembangan keterampilan
dasar dalam CALISTUNG. Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah
menengah adalah adanya ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan, mulai
timbulnya ciri-ciri sekunder, timbulnya keinginan untuk mempelajari dan
menggunakan bahasa asing, senang membandingkan norma dengan kenyataan, reaksi
dan ekspresi emosi masih labil, kepribadiannya menunjukkan pola tetapi belum
terpadu, kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas. Ciri
khas pendidikan orang dewasa adalah fleksibel dalam pelaksanaannya, dapat
bersamaan dengan pengembangan pekerjaan dan kariernya. Ada yang mengutamakan
belajar, sedangkan belajar hanya sebagai sambilan. Dan sebaliknya.
Ø Kelebihan :
Dilihat dari isi dan pemaparannya, buku ini sangat
bagus sekali. Terutama bagi calon pendidik dan pendidik dalam memahami
perkembangan peserta didiknya nanti. Dalam buku ini, juga dilengkapi dengan
latihan-latihan soal objektif di setiap bab. Melalui latihan-latihan soal
tersebut, kita dapat mengetahui atau mengukur sejauh mana kita dapat menyerap
dan memahami materi. Dan di setiap akhir bab, buku ini menyediakan rangkuman
yang memudahkan kita dalam menemukan inti-inti sari dari apa yang kita baca
pada bab yang bersangkutan. Selain itu, terdapat gambar dan tabel yang
mempermudah pembaca dalam memahami materi tersebut.
Ø Kekurangan :
Menurut saya, di dalam buku ini kurang adanya ilustrasi dalam bentuk gambar
yang mendukung di beberapa sub bab, sehingga apa yang dijelaskan terasa sangat
hambarakibat kurangnya gambar dan ketika membaca agak sedikit bosan karena
kebanyakan tulisan. Di beberapa bab memang terdapat gambar dan tabel tertentu,
namun gambar dan tabel tersebut terlihat kurang menarik akibat kurangnya warna
(hanya hitam putih).
Ringkasan Materi Bahasa Indonesia- DIKSI
TUGAS BAHASA INDONESIA
RINGKASAN DIKSI
(PILIHAN KATA)
Oleh:
NIM
: 1611031029
KELAS
: A
JURUSAN PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN
GANESHA
SINGARAJA
Ringkasan Materi
Penggunaan
bahasa baik secara lisan maupun tulisan perlu diperhatikan kaidah yang ada agar
kita dapat berbahasa dengan baik, benar, dan cermat. Hal yang perlu
diperhatikan dalam memilih kata, yaitu:
1. Aspek Kata
Setiap kata terdiri
atas dua aspek, yaitu bentuk dan makna. Bentuk merupakan sesuatu yang dapat
diinderai, dilihat, atau didengar. Sedangkan makna merupakan sesuatu yang dapat
menimbulkan reaksi dalam pikiran kita karena rangsangan bentuk. untuk memahami
kata, kita harus mengetahui bentuk dan makna kata itu sekaligus. Seseorang yang
mengetahui bentuk atau rupa suatu benda belum tentu mengetahui namanya, begitu
pula sebaliknya.
2. Ketepatan Pemilihan Kata
Pilihan kata yang tidak
tepat dari pembicara atau penulis dapat mengakibatkan gagasan atau ide yang
disampaikannya tidak dapat diterima dengan baik oleh pendengar atau pembaca.
Oleh karena itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut:
a. Kata Bermakna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah
makna yang menunjukkan adanya hubungan konsep dengan kenyataan. Sebaliknya,
makna konotatif atau asosiatif muncul akibat asosiasi perasaan atau pengalaman
kita terhadap apa yang diucapkan atau apa yang didengar.
b. Kata Bersinonim
Kata bersinonim adalah
kata yang memiliki makna yang sama atau hampir sama.
c. Kata Bermakna Umum dan Bermakna Khusus
Kata bermakna umum
digunakan dalam mengungkapkan gagasan yang berifat umum, sedangkan kata
bermakna khusus digunakan untuk menyatakan gagasan yang bersifat khusu atau
terbatas.
d. Kata yang Mengalami Perubahan Makna
Sejarah perkembangan
kehidupan manusia dapat memengaruhi sejarah perkembangan makna kata. Dalam
bahaa Indonesia, juga dalam bahasa lain, terdapat kata yang mengalami
penyempitan makna, peluasan makna, dan perubahan makna.
Unsur-Unsur, Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bangsa Indonesia kaya akan sosial budaya, sumber
daya alam, dan sejarah. Dengan kekayaan tersebut, menjadikan bangsa Indonesia
memiliki tujuan dan cita-cita, agar apa yang telah dimilikinya dapat dijadikan
sebuah pencapaian dari sebuah perjuangan. Bangsa Indonesia harus mewujudkan
cita-cita bangsa, karena sebuah kemerdekaan itu bukan sebuah pencapaian hasil
dalam perjuangan, melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan nasional
serta cita-cita dari bangsa tersebut, khususnya oleh bangsa Indonesia.
Tujuan nasional dan cita-cita bangsa Indonesia telah
tercantum jelas pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pada alinea ke-2 telah
menjelaskan mengenai cita-cita bangsa Indonesia, yaitu “Dan perjuangan
pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat
sentaosa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”. Mengenai tujuan
nasional bangsa Indonesia telah tercantum juga pada Pembukaan UUD 1945 alinea
ke-4, yaitu membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
Demi tercapainya tujuan nasional serta cita-cita
bangsa Indonesia tersebut, seharusnya kita memanfaatkan sosial budaya, sumber
daya alam, dan sejarah yang ada serta bagaimana bangsa Indonesia memandang diri
dan lingkungannya, yang dalam hal ini disebut juga dengan wawasan nusantara.
Maka dengan itu kami akan membahas mengenai unsur-unsur, asas, dan arah pandang
wawasan nusantara.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut, adapun rumusan masalah yang dirumuskan adalah sebagai
berikut:
1.2.1
Apakah unsur-unsur dasar wawasan nusantara?
1.2.2
Bagaimana azas dan arah pandang wawasan nusantara?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, adapun tujuan penulisan yang didapat adalah sebagai
berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui unsur-unsur dasar wawasan
nusantara.
1.3.2 Untuk mengetahui azas dan arah pandang wawasan
nusantara.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun
manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi dalam mengetahui wawasan
nusantara terlebih lagi mengenai unsur, azas dan arah pandang wawasan nusantara,
serta sebagai bahan acuan bagi masyarakat khusunya kepada mahasiswa.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1Unsur-Unsur
Wawasan Nusantara
1. Wadah
Wawasan Nusantara
sebagai wadah meliputi tiga komponen (Kaelan, 2007:136):
a.
Wujud Wilayah
Batas ruang lingkup wilayah Nusantara ditentukan
oleh lautan yang di dalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling
dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik laut maupun selat serta dirgantara di
atasnya yang merupakan satu kesatuan ruang wilayah. Oleh karena itu, Nusantara
dibatasai oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan di dalamnya.
Letak geografis negara berada di posisi dunia antara
dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan antara dua benua,
yaitu Asia dan Australia. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap
aspek-aspek kehidupan nasional Indonesia. Perwujudan wilayah Nusantara ini
menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan
keamanan.
b.
Tata Inti Organisasi
Bagi Indonesia, tata inti organisasi negara
didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan keadulatan negara,
kekuasaan pemerintahan, sistem pemerintahan dan sistem perwakilan. Negara
Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di
tangan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang. Sistem pemerintahannya
menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan
berdasarkan UUD 1945. Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan.
Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai kedudukan kuat yang tidak dapat dibubarkan
oleh Presiden. Anggota DPR merangkap sebagai anggota MPR.
c.
Tata Kelengkapan Organisasi
Wujud tata kelengkapan organisasi adalah kesadaran
politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang
mencakup partai politik, golongan dan organisasi masyarakat, kalangan pers
serta seluruh aparatur negara.
Semua lapisan masyarakat itu diharapkan dapat
mewujudkan demokrasi yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan secara
ideal berdasarkan dasar filsafat Pancasila, dalam berbagai kegiatan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Isi Wawasan Nusantara
Isi Wawasan Nusantara
tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia dalam eksistensinya yang
meliputi cita-cita bangsa dan asas menunggal yang terpadu.
a.
Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam
Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan:
1)
Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat,
adil dan makmur.
2)
Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang
bebas.
3)
Pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
b.
Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional
berciri menunggal, utuh menyeluruh yang meliputi:
1)
Satu kesatuan wilayah Nusantara yang mencakup
daratan, perairan, dan dirgantara secara terpadu.
2)
Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan
politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.
3)
Satu-kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu
perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “Bhinneka
Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum.
4)
Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas
usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.
5)
Satu kesatuan pertahanan dan keamanan dalam satu
sistem terpadu, yaitu sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
6)
Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti
pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan
nasional.
3. Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua
Segi, Batiniah dan Lahiriah.
a.
Tata laku batiniah berdasarkan falsafah bangsa yang
membentuk sikap mental bangsa yang memiliki kekuatan batin. Dalam hal ini Wawasan
Nusantara berlandaskan pada falsafah Pancasila untuk membentuk sikap mental
bangsa yang meliputi cipta, rasa, dan karsa secara terpadu.
b.
Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh,
dalam arti kemanunggalan kata dan karya, keterpaduan pembicaraan dan perbuatan.
Dalam hal ini, Wawasan Nusantara diwujudkan dalam satu sistem organisasi yang
meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian.
2.2
Azas Dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
1. Azas Wawasan
Nusantara
Azas Wawasan Nusantara merupakan suatu ketentuan
mendasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan agar dapat
terwujud dalam bentuk ketaatan dalam komponen atau unsur pembentukan bangsa
Indonesia berdasarkan suku atau golongan yang dapat menciptakan suatu
kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara terbagi menjadi 6 yaitu:
a.
Tujuan yang
sama : memiliki suatu tujuan yang sama tanpa adanya suatu
paksaan.
b.
Keadilan :
kesesuaian dalam membagi hasil dengan cara yang adil dan merata.
c.
Kejujuran : memiliki
suatu keberanian dalam berfikir, bertindak, dan berkata dalam menyampaikan
kenyataan (relita) walaupun kenyataan tersebut dapat sangat menyakitkan bagi
orang lain maupun bagi diri sendiri.
d.
Solidaritas : memiliki
rasa setia kawan, dapat memberi dan rela berkorban demi orang lain tanpa
meminta suatu imbalan.
e.
Kerjasama : adanya
kekompakkan dalam kegiatan yang didasarkan secara hati nurani dalam mencapai
tujuan yang diinginkan
f.
Kesetiaan
dalam menjalin suatu kesepakatan : suatu kesetian atau kesepakatan
yang dijalanin bersama untuk menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhineka
tunggal ika.
Tujuan dalam asas wawasan nusantara
untuk menjamin kepentingan dalam nasional didunia yang secara tak tentu selalu
berubah-ubah, dan dapat menciptakan kertertiban dunia.
2. Arah Pandang Wawasan Nusantara
Dalam arah pandang wawasan nusantara dibagi menjadi 2,
yaitu kedalam dan keluar dalam hal ini di pengaruhi oleh latar belakang budaya,
sejarah, kondisi dan konstelasi geografi dengan memperhatikan perkembangan
lingkungan.
a.
Arah pandang
wawasan nusantara ke dalam :
Mengandung makna bahwa bangsa indonesia harus peka dan
berusaha dalam mencegah dan mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan suatu
konflik bangsa dan harus dapat memelihara persatuan dan kesatuan dalam
kebhinekaan tunggal ika. Dalam arah pandang ke dalam memiliki tujuan mewujudkan
suatu persatuan dan kesatuan dalam kehidupan nasional, baik dalam aspek alamiah
atau aspek sosial.
b.
Arah pandang
wawasan nusantara ke luar :
Mengandung makna bahwa dalam kehidupan internasional
bangsa Indonesia harus berusaha dalam menjaga kepentingan nasional untuk semua
aspek kehidupan agar dapat menciptakan tujuan nasional yang tertera dalam
pembukaan UUD 1945. Dalam arah pandang keluar memiliki tujuan untuk menjaga dan
menjaminnya kepentingan nasional didalam dunia untuk ikut serta dalam
melaksanakan ketertiban dunia, yang didasarkan kepada kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial dengan adanya kerjasama dan sikap yang saling
menghormati. Dalam hal ini bahwa kehidupan bangsa Indonesia harus berusaha
untuk mengamankan kepentingan nasionalnya dalam aspek ekonomi, politik, sosial
budaya untuk mempertahankan dan menciptakan suatu tujuan nasional yang sesuai
dengan pembukaan UUD 1945.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Sebagai
warga negara yang baik, kita bersama-sama menuju tujuan dan cita-cita nasional
bangsa Indonesia dengan memanfaatkan sosial budaya, sejarah, sumber daya alam,
dan sebagainya untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan landasan dari falsafah
Pancasila serta UUD 1945. Sehingga kita dapat bersama-sama memandang diri serta
lingkungan yang ada dengan berbagai asas, dan unsur yang telah ada.
3.2 Saran
Untuk para
pembaca semoga dengan ini kita bisa bersama mewujudkan tujuan dan cita-cita
bangsa. Untuk pemerintahan Indonesia semoga lebih baik lagi dalam mengelola
wawasan nusantara sehingga mencapai tujuan yang diharapkan tanpa ada kecurangan
maupun banyak penyimpangan yang menyertainya.
Langganan:
Komentar (Atom)













